Senin, 28 Juni 2010
SMAN 13 Bandung
SEJAK cikal bakal berdirinya sekolah ini, SMAN 13 Bandung, ragam jenis prestasi baik dalam bidang seni dan olahraga terus mewarnai perjalanannya. Saat awal berdiri, sekolah ini sudah melahirkan penyanyi berirama balada yang cukup terkenal saat itu, Ely Sunarya. Berikutnya sekolah ini banyak melahirkan artis, seniman maupun atlet olahraga. Bahkan sekarang tidak sedikit alumni sekolah ini yang menduduki jabatan penting, baik di TNI, pemerintah pusat maupun daerah serta BUMN dan BUMD serta di legislatif.
Menurut Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan, Lukman Wargadinata mewakili Kepsek Dra. Dedeh Suatini, sejak dulu sekolah ini memiliki tradisi mengembangkan setiap potensi yang dimiliki siswa. Karena ruang untuk itu dibuka lebar-lebar, maka siswa di sekolah ini merasa sangat asyik memacu prestasi akademik dan bakat yang dimilikinya, baik melalui jalur pembinaan keorganisasian OSIS, paskibra, PMR, mading, dan Pramuka ataupun beberapa kegiatan ekstrakurikuler seperti bela diri pencak silat Tadjimalela dan taekwondo. Selain seni teater dan olahraga yang terdiri atas basket, futsal, dan voli.
"Untuk kerohanian, terdapat unit Matras (Majelis Taklim SMAN 13), Komputer TIKOR. Sementara yang bersifat keilmuan seperti KPMP (Kelompok Pencinta Mata Pelajaran), English Club, Deutch Club, dan Klinik Mata Pelajaran," tuturnya.
Dengan perhatian yang diberikan sekolah, unit ekskul ini juga mampu menghasilkan sejumlah prestasi. "Ini juga sejalan dengan visi kami, yakni menghasilkan lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berprestasi serta mencintai lingkungannya sebagai bangsa Indonesia, dalam menghadapi persaingan bebas di era globalisasi secara profesional," tambahnya.
Filial SMAN 7
Berbicara tentang SMAN 13 Bandung, tidak akan lepas dari keberadaan SMAN 7 Bandung yang berlokasi di Jln. Lengkong Kecil Bandung. Semula SMAN 13 bernama SMAN Cimindi yang filial SMAN 7 Bandung, didirikan dengan SK No. 0467/0/1977 pada 24 Oktober 1977.
Di awal berdiri, sekolah hanya mempunyai aset guru sebanyak 17 orang dengan murid 5 kelas serta pejabat kepala sekolah sementara yang ditunjuk saat itu Drs. Yahya Hasyim, merangkap sebagai kepala SMAN 7. Kemudian ditunjuk kepala sekolah definitif, Duyeh Effendi, B.A. dari SMAN Cianjur. Karena filial maka kegiatan belajar mengajar saat itu masih menggunakan sarana dan prasarana dan masih berlokasi di SMAN 7.
Tetapi pada 29 September pindah ke lokasi SMAN Cimindi yang sekarang yakni di Jalan Raya Cibeureum No. 52 Bandung. Perkembangan selanjutnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang perubahan nomenklatur SMA menjadi SMU serta Organisasi dan Tata kerja SMU, SMA Negeri Cimindi Kodya Bandung berubah menjadi SMU Negeri 13 Bandung.
Saat ini, SMAN 13 dikepalai oleh Dra. Dedeh Suatini yang dibantu 40 guru. Misi yang diemban adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Kemudian, membina budi pekerti luhur, mengembangkan minat dan bakat peserta didik melalui kegiatan pengembangan diri. Selanjutnya, meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka mendukung peningkatan mutu kependidikan. Serta menggalakkan budaya baca, budaya bersih, budaya belajar, dan budaya kerja melalui kedisiplinan yang tinggi dengan mengondisikan sekolah sebagai wawasan wiyata mandala. Tidak kalah pentingnya adalah mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pembelajaran berbasis bahasa Inggris serta mengembangkan perpustakaan menjadi electronic library. (rinny rosliany/"GM")**
Selengkapnya...
28 Juni 2010
Sekolahnya Asyik Ekskulnya Juga Asyik
25 Juni 2010
"Kemaksiatan Harus Dilawan"
Galamedia
Jumat, 25 Juni 2010
Astri Ivo
VIDEO mesum mirip artis yang masih menjadi buah bibir turut mengundang keprihatinan sejumlah kalangan, termasuk Astri Ivo. Artis yang kini lebih sering sebagai pendidik itu menyatakan, kasus pornografi seharusnya menjadi introspeksi bagi setiap pribadi untuk menilai kualitas iman masing-masing.
Menurutnya, apa yang dilakukan setiap insan itu adalah sebuah pilihan yang seharusnya bisa disikapi secara bijaksana. Jangan selalu mencari kambing hitam atas apa yang telah terjadi.
"Perbuatan amoral itu 'kan telah ada sejak berabad-abad lalu. Jadi, bukan peristiwa baru yang sekarang terjadi. Nah, kewajiban kita sekarang adalah memerangi (kemaksiatan). Itu harus kita lawan," tegasnya usai menghadiri sebuah acara di salah satu mal di Bandung, baru-baru ini.
Wanita bernama lengkap Astri Feizaty Ivo ini menambahkan, kasus video mesum mirip artis sudah jadi bencana nasional. Kondisi ini harus menjadi keprihatinan seluruh rakyat Indonesia, khususnya para orangtua. Ia mengimbau para orangtua agar kembali kepada pengasuhan yang benar, dengan mengenalkan anak-anak kepada Tuhannya dengan lebih baik.
"Dulu waktu pengesahan UU Antipornografi, saya turun ke jalan, ikut berdemo meminta pada pemerintah untuk melindungi anak-anak muda kita. Bukannya menghujat terus diam, tapi do something. Harus ada aksi yang melindungi anak-anak kita," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Asri juga menyoroti sikap
kepolisian dalam menangani masalah ini. "Saya berharap aparat bisa lebih tegas dalam menangani kasus ini. Mereka harus bisa membuktikan lalu mengayomi masyarakatnya. Ini tantangan buat mereka," tandas mantan bintang layar lebar kelahiran 21 September 1964 ini.
Terlepas dari masalah tersebut, Astri yang disinggung soal aktivitas di dunia hiburan yang mulai berkurang, mengaku memang porsinya tidak sebanyak dulu. Menurutnya, sebuah profesi dijalani dengan mengalir saja.
"Saya tidak pernah mendatangi atau meninggalkan dunia keartisan. Sudah takdir Allah saja saya lahir dari keluarga seniman. Bagi saya, syuting itu hobi. Asal sesuai dengan syariat, saya masih mau syuting. Ada aja sih yang menawarkan misalnya, Mbak Astri boleh pakai ciput, tapi kalau adegan di kamar kerudungnya dilepas. Ada juga yang menawarkan pakai kerudung, tapi adegannya bunuh diri. Saya bilang enggak bisa, saya 'kan muslimah," tegasnya.
"Lalu orang itu bilang, ya 'kan ini cuma di sinetron. Masya Allah, saya 'kan Islam, tidak bisa seperti itu. Saya di rumah muslimah, di pasar muslimah, syuting juga harus jadi muslimah. Alhasil, film atau sinetron saya sedikit. Bukannya saya sok nolak, tapi saya mau cari rezeki yang berkah," katanya menutup perbincangan. (mza/"GM")**
Selengkapnya...
24 Juni 2010
Di Usia 60, Disadari Ternyata Hidup Adalah Pilihan dan Proses
PKD - Mustahil kesuksesan datang secara tiba-tiba. Kesuksesan ada karena dipilih dan melalui proses hingga terakumulasi menjadi sebuah prestasi. Begitulah yang kita tangkap dari peluncuran buku H. Dada Rosada yang berjudul Hidup Adalah Pilihan dan Proses karya Pitoyo.
Peluncuran buku biografi H. Dada Rosada yang digelar di Hotel Savoy Homann, rabu malam (23/06), yang dihadiri para pejabat Pemkot Bandung, tokoh masyarakat dan puluhan wartawan cetak maupun elektronik.
Buku setebal 255 halaman ini memuat sekilas jejak rekam H. Dada Rosada dalam meniti karir hingga mencapai puncak kesuksesan menjadi Walikota Bandung, dua perode, 2003 – 2008 dan 2008 – 2014.
Menurut H. dada Rosada, bahwa menjadi walikota bukanlah tujuan, bahkan semenjak awal karir birokratnya hal tersebut tidak pernah terpikirkan. Baginya jabatan yang diemban adalah sebuah amanat sekaligus pengabdian.
Dalam semua perjalanan hidup yang terekam dalam buku tersebut justru yang paling menarik dan menjadi kalimat kunci kesuksesannya sebagaimana yang disampaikan H. Dada Rosada dalam kata sambutannya ; adalah rasa cinta kasihnya terhadap orang tua menjadi sebuah kisah yang manjadi titik tolak perjalanan hidupnya kelak.
Diceritakan, bahwa ketika awal meniti karir PNS Kota Bandung beliau seringkali dimarahi oleh atasan, lantas karena tidak kuat hal tersebut dikeluhkan kepada sang ayah, sontak sang ayah memintanya untuk keluar dari pekerjaan, karena menurut sang ayah tidak bekerja pun bisa makan dari bertani.
Tak ayal, saran sang ayah begitu membekas dan menjadi sebuah pertimbangan Dada, antara mengikuti saran atau membuat pilihan karir.
“Mungkin jika mengikuti saran ayah, saya tidak akan jadi walikota”, ucapnya, diiringi senyum dan tepuk tangan hadirin.
Menginjak diusia ke 60 tahun lanjutnya, barulah disadari bahwa ternyata hidup ini adalah pilihan dan sebuah proses. ADMIN
Selengkapnya...
20 Juni 2010
Mengangkat Produk Lokal
Galamedia
Sabtu, 19 Juni 2010
DI Kota Bandung, saat ini sudah ada ratusan distro dan clothing yang bermunculan. Masing-masing hadir dengan ciri khas produknya. Tak sedikit dari mereka menjual barang hanya untuk komunitas tertentu.
Sebut saja Errorizer Merchandise and Records. Distro yang terletak di Jln. Pungkur 121 Bandung ini hanya menjual merchandise kelompok musik underground, khususnya yang ada di Bandung. Selain itu, di tempat ini juga dijual berbagai aksesori yang dibutuhkan komunitas underground.
"Kami sengaja membuat Errorizer untuk mengakomodasi produk komunitas label indie yang dulu memang terganjal pendistribusiannya. Di sini kami ingin membantu band-band underground untuk menjual merchandise grup musik mereka, yang dulu penjualannya underground, kini bisa ditampung di sini," ujar Aldonny alias Themfuck, yang diamini Tekuy selaku owner Errorizer.
Selain menjual merchandise grup underground, Errorizer juga menyediakan berbagai aksesori yang dibutuhkan untuk menunjang penampilan anggota komunitas underground. Uniknya lagi, Errorizer ternyata tidak sekeaar tempat jual beli, tapi biasanya dijadikan tenpat nongkrong komunitas underground.
"Selain distro, Errorizer juga suka dijadikan tempat nongkrong anak-anak komunitas. Biasanya mereka enggak cuma nongkrong doang, tapi juga tempat sharing anak-anak. Di tempat ini kita lebih kedepankan arti persaudaraan, makanya banyak anak komunitas sering nongkrong di sini," tutur Themfuck yang notabene dikenal juga sebagai vokalis Jeruji.
Ditambahkan Tekuy, distro yang menjual barang underground jumlahnya cukup banyak. Namun, bukan berarti satu sama lain bersaing tidak sehat. Secara bisnis mereka memang pesaing, tapi bukan berarti harus saling menjatuhkan.
"Malahan kita sering barter barang. Ini kita maksudkan untuk mendukung distribusi teman-teman sesama komunitas. Itu kami wujudkan juga dengan barang-barang yang dijual di sini enggak cuma produk luar negeri. Di sini kami justru lebih mengutamakan barang lokal hasil karya teman-teman komunitas," katanya.
Selain di Errorizer Merchandise and Records, barang-barang berbau underground ini bisa juga didapatkan di distro lainnya seperti Helter Jln. Dipati Ukur, Linoleum Jln. Sarijadi, Riotic Jln. Sumbawa, Cronic, dan Pisces.
Harajuku
Selain underground, belakangan komunitas Japanese style pun mulai berani memperlihatkan eksistensi. Kondisi seperti itu tentu saja menjadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan. Tidak heran jika belakangan ini muncul distro yang menyediakan baju-baju berbau Jepang.
Beberapa tempat memang memilih menyediakan barang-barang impor, tentu dengan harga yang cukup mahal. Tapi, ada juga distro atau tempat yang memilih untuk memberdayakan potensi yang ada. Seperti halnya Ohayou Rockers yang terletak di Jln. Cihampelas 42C Bandung. Sadar produk luar cukup mahal, pemilik Ohayou Rockers, Maya Yuliana memilih membuat tempat produksi sendiri.
"Kebanyakan anak-anak komunitas Jepang ini 'kan masih muda, yang pastinya punya masalah dengan bujet. Makanya Ohayou dibuat berbeda, ada toko dan rumah produksinya. Di sini anak-anak komunitas bisa bikin sendiri baju berbau Jepang sesuai dengan seleranya," ujar Maya.
Selain baju-baju, ada juga berbagai aksesori yang dibutuhkan. Awalnya memang produk-produk tersebut dipakai hanya untuk special event saja. Tapi sekarang hal itu sudah bergeser. Sekarang mulai banyak yang berani pakai baju-baju itu untuk baju sehari-hari.
"Alasanya sih gayanya lebih ke harujuku style. Selain lewat baju, biasanya mereka memilih aksesori untuk memperlihatkan jati diri mereka," jelas Maya.
Selain di Ohayou, fesyen berbau budaya Jepang ini juga bisa dicari di Gonzo yang terletak di Jln. Cihampelas, bersebelahan dengan rumah produksi Ohayou Rockers. (ely kurniawati/"GM")**
Selengkapnya...
18 Juni 2010
Mi Jawa Sarat Gizi
Jumat, 18 Juni 2010
Galamedia
Kedai Jogja Pak Karso
HIDANGAN olahan mi menjadi santapan populer dan hampir semua orang menyukainya. Nah, jika Anda penggemar mi, maka mi jawa menjadi pilihan sebagai menu yang menyehatkan.
Salah satu tempat yang dapat menjadi rujukan bersantap mi yaitu Kedai Mie Jogja Pak Karso, di Jln. ABC No. 103 (Banceuy) Bandung. Bahan mi yang berkualitas dicampur dengan sayuran segar serta campuran daging ayam, bakso, juga ati dan ampela. Dilihat dari komposisi bahannya, mi jawa yang satu ini sarat dengan gizi lengkap dan punya citarasa yang khas.
Menurut pengelola Mie Jogja Cabang Banceuy, Walianto, harga satu porsi mi cukup terjangkau, yaitu Rp 13.000-Rp 16.000. "Alhamdulillah peminatnya ternyata bukan hanya orang Jawa. Di Bandung, orang Sunda juga menyukainya. Selain itu, harga mi di sini terjangkau, makanya selalu ramai pembeli," katanya saat ditemui "GM", Kamis (17/6).
Selain bahan mi yang berkualitas, penyajian Mie Jogya Pa Karso dapat membangkitkan selera. Para penggemar mi dapat memilih aneka variasi menu mi, seperti mi godok, mi goreng, bihun godok, bihun goreng, dan nasi goreng.
"Mie Jogya Pak Karso setiap hari buka dari pukul 10.00-22.30 WIB, karena memang nikmat disantap pagi sampai malam hari. Jadi, jika Anda ingin bersantap siap atau malam, jangan lupa mampir ke tempat kami," ajak Walianto.
Selain menu olahan mi, sajian terkenal lainnya yaitu ayam penyet surabaya. Hidangan nasi dan ayam ini tepat bagi Anda penyuka pedas. Karena, sambal ayam penyet di sini terkenal dengan rasanya yang pedas dan menggoda. Campuran cabai rawit dan bawang putih serta bawang merah, menambah aroma kuliner khas Nusantara.
Meskipun bukan makanan khas Bandung, tapi lagi-lagi lidah orang Bandung akan puas menikmati setiap suap ayam yang disajikan, bersama tahu tempe dan nasi pulen nan panas.
Menurut Walianto, ayam penyet merupakan makanan tradisional Jawa Timur. "Sambal peyetnya dibuat sesuai resep turun-temurum. "Awal pembuatan sambel penyet di masyarakat tradisional Jawa Timur adalah solusi untuk mengatasi krisis pangan. Jika lauk-pauknya tidak ada, maka masyarakat saat itu cukup makan sambal penyet yang dibuat dari campuran cabai, bawang putih, dan garam yang diulek," katanya. (cucu sumiati/"GM")**
Selengkapnya...
17 Juni 2010
Kolong Jembatan Pasupati Kumuh
Kamis, 17 Juni 2010
Akan Disulap Jadi Taman dengan Dana Rp 1,1 M
DR. DJUNJUNAN,(GM)-
Pemkot Bandung akan mengubah kesan kumuh lahan yang ada di bawah jembatan layang Pasupati. Dana sebesar Rp 1,1 miliar sudah dianggarkan Pemkot Bandung untuk membangun taman asri yang nyaman di bawah jembatan layang Pasupati.
Sekretaris Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) Kota Bandung, Arif Prasetya mengatakan, ada enam section pembangunan di sepanjang lahan di bawah jembatan layang itu. Pembangunan berupa pembuatan taman dan fasilitas sosial masyarakat.
"Sepanjang kolong Pasupati akan dibuat tanam yang asri dan dilengkapi fasilitas seperti tempat bermain anak, bangku-bangku untuk bersantai, dan fasilitas lainnya," terang Arif kepada wartawan, usai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kota Bandung, di Bio Farma, Jln. Dr. Djunjunan, Rabu (16/6).
Arif menuturkan, prioritas utama pembangunan akan dilakukan di section 2 dan 3, yaitu kawasan Balubur dan Pelesiran. Dua titik ini menjadi prioritas karena keduanya dinilai paling kumuh dan memerlukan penanganan segera.
Dikatakan Arif, untuk dua titik itu, sudah dianggarkan dana sebesar Rp 1,1 miliar. "Anggarannya diambil dari APBD 2010. Kini rencana tersebut sudah melewati proses detail engineering design (DED) dan sedang menunggu proses lelang," katanya.
Dijelaskan Arif, di taman yang akan dibangun itu, nantinya akan ada fasilitas menarik untuk masyarakat. Di section 3 di wilayah Pelesiran, akan dibuat papan catur raksasa. "Bidaknya saja diperkirakan berukuran setengah meter, bisa dibayangkan sebesar apa papan caturnya," tambahnya.
Fasilitas tersebut diharapkan bisa menjadi fasilitas utama untuk bersosialisasi dan diharapkan menjadi ikon baru dari jembatan terbesar di Kota Bandung itu. "Jika tidak dipakai, papan caturnya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengadakan berbagai kegiatan, seperti silaturahmi karena ukurannya cukup luas," terang Arif.
Dari segi keamanan, nantinya fasilitas di section 2 dan 3 akan dipagari. Pemagaran dimaksudkan untuk melindungi kawasan agar tidak digunakan berjualan.
Untuk penataan kawasan kolong Pasupati, tepatnya di kawasan Balubur dan Pelesiran, warga sekitar juga menyatakan harapannya. Mereka sempat meminta Pemkot Bandung meratakan tumpukan tanah di bawah jembatan Pasupati, tepatnya di samping pusat perbelanjaan Balubur Bandung. (B.114)**
Selengkapnya...
16 Juni 2010
Mulok Budi Pekerti, Wajib Diajarkan Kembali di Sekolah
PKD - Hari ini media massa terus mengupas beredarnya video adegan panas mirip artis Ariel, Luna Maya serta Cut Tari. Selain pemberitaan dimedia masa, kasus asusila ini telah menjadi perbincangan hangat masyarakat di berbagai tingkatan.
Mengingat dampak negative yang ditimbulkan begitu besar wajar jika para guru diberbagai sekolah melakukan razia handphone dan laptop siswa. Tentu saja razia tersebut dilakukan guna mengantisipasi beredarnya video asusila tersebut melalui handphone siswa.
Meskipun secara hukum belum ada kepastian bahwa pelaku sebenarnya adalah ketiga artis tersebut namun sebagai bentuk antisipasi patut dihormati jika para guru disekolah-sekolah melakukan penolakan dengan merazia beredarnya video lewat handphone siswa.
Bahkan sebagai bentuk antisipasi dan menjawab kegelisahan warga atas meluasnya dampak amoral beredarnya video asusiala tersebut, Walikota Bandung H. Dada Rosada selasa (15/06) telah mengeluarkan intruksi untuk mencekal kegiatan manggung ketiga artis tersebut di Kota Bandung.
Menurut Walikota Bandung dalam pesan singkatnya (SMS), menyambung pernyataanya kepada wartawan hari selasa kemarin mengatakan, bahwa tugas pemerintah bukan hanya membangun dalam arti fisik/material, tapi memilki tugas membangun mental spiritual warga.
Dalam pandangan walikota, saat ini perlu adanya penguatan pendidikan budi pekerti disekolah-sekolah, seiring dengan visi bandung kota agamis, maka perlunya muatan local budi pekerti, selain muatan local lainnya seperti lingkungan hidup, narkoba dan bahasa sunda untuk diajarkan kembali disekolah-sekolah.
“Kejadian ini (beredarnya video porno mirip artis ariel, luna maya serta cut tari – pen) mungkin akibat pelajaran wajib budi pekerti disekolah sudah tida ada lagi”, pungkas walikota.
Reaksi Warga
Senada dengan pernyataan walikota, Hima Persis Kota bandung, menyatakan sangat memahami dan mendukung atas langkah Walikota Bandung dalam upayanya mencekal Ariel, Luna Maya serta Cut Tari.
Menurut Ketua Hima Persis Lamlam, dalam pesan pernyataannya melalui SMS mengatakan, bahwa pencekalan terhadap ariel cs yang dilakukan oleh Pemkot Bandung merupakan langkah preventif untuk menjaga Kota Bandung dari dekadensi moral, apalagi Kota Bandung memilki visi sebagai kota agamis.ADMIN
Selengkapnya...
14 Juni 2010
Walikota Bandung Cekal Artis Yang Diduga Berperan Dalam Video Panas
PKD - Merebaknya video adegan panas mirip artis Ariel Peterpan, Luna Maya Dan Cut Tari di internet dua minggu terakhir ini telah menyita perhatian sekaligus menuai kecaman, beberapa kepala daerah bahkan sudah mengeluarkan pencekalan terhadap ketiga artis tersebut tak terkecuali Walikota Bandung H. Dada Rosada.
Sebagai bentuk sangsi moral, Walikota Bandung akan melakukan pencekalan dalam bentuk pelarangan tampil kepada ketiga artis tersebut, tetapi pencekalan tidak berlaku kepada kawan-kawan ariel dari peterpan, menurut walikota, peterpan tetap diperbolehkan tampil dibandung.
Demikian pernyataan Walikota Bandung H. Dada Rosada yang disampaikan sesaat setelah acara Pencanangan Bakti TNI KB Terpadu Kodim 0618/BS di Bandung, Senin, 14 Juni 2010.
Seperti diberitakan diberbagai media, peredaran video porno yang diduga diperankan oleh ketiga artis tersebut telah menimbulkan dampak social meresahkan ditengah-tengah masyarakat, penyebarannya yang cukup massif didunia maya telah membuat kalangan orang tua merasa khawatir akan dampak negative terhadap anak-anak remaja.
Untuk mengantisipasi dampak negetif tersebut, beberapa sekolah bahkan telah melakukan razia video porno di handphone pelajar.
Sementara itu pihak kepolisian telah mengindentifikasi tempat awal video porno mirif ariel, luna maya dan cut tari pertama kali di posting, untuk penyelidikan lebih lanjut kepolisian selain telah memerikasa ketiga artis tersebut juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penyebarannya di internet. ADMIN
Selengkapnya...
08 Juni 2010
Ucapan Selamat Atas Diraihnya 3 Penghargaan Nasional
PKD
Bapak Dedi Supandi Camat Bojongloa Kaler Mengucapkan : Ass. Wr. Wbr. Yth. Bapak Walikota Bandun, abdi beserta karyawan/ti, TP PKK, para Lurah di kecamatan Bojongloa Kaler ngawilujeungkeun sareng ngiring bingah atas tiga prestasi sareng Anugerah Penghargaan yang diraih pak wali, dintawisna :
1. PENGHARGAAN ANUGERAH JASADARMA PUSTALOKA, SEBAGAI PEMBINA PERPUSTAKAAN TERBAIK TINGKAT NASIONAL.
2. BEST EFFORT BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
3. ANUGERAH ADIWIYATA MANDIRI.
Anugerah yang Bapak raih tos mangrupikeun buktos keberhasilan 7 Agenda Program Prioritas Kota Bandung, mugia Bapak selalu dipaparin kasehatan, dan keselamatan dalam memimpin Kota BAndung tercinta. Haturnuhun Wass.Wr.WB.
Nandi S : Ass.Wr.Wb. Bapak Walikota Bandung yang kami banggakan. Kami keluarga besar SMP Negri 7 mengucapkan terimakasih atas bimbingan dan binaanya serta dukungan moril maupun materil.
Akhirnya SMPN 7 meraih prestasi Adiwiyata Mandiri dan penghargaannya akan diberikan pada peringatan hari Lingkungan Hidup tingkat Nasional di Istana Negara Selasa, 8 Juni 2010. (keluarga besar SMPN 7)
Selengkapnya...
07 Juni 2010
Kota Bandung Rebut Tiga Penghargaan Nasional Sekaligus
PKD - Meskipun tahun sekarang Kota Bandung gagal merebut Adipura 2010 sebagai Kota Terbersih, tapi setidaknya usaha sepanjang tahun yang dilakukan Pemkot dan warga kota sudah memberikan hasil yang menggembirakan, setidaknya akhir-akhir ini ada kesadaran warga yang luarbiasa terhadap program lingkungan yang diluncurkan Pemkot Bandung.
Usaha yang dilakukan warga kota sepanjang tahun ini oleh pemerintah pusat baru dihargai dengan penghargaan Best Effort atau usaha terbaik dalam bidang kebersihan.
“Jadi yang dihargai baru upayanya, hasilnya belum," ujar Wali Kota Bandung H. Dada Rosada, sesaat setelah kegiatan pemberlakuan stiker uji emisi untuk masuk ke Balai Kota Senin (7/6)
Walikota Bandung H. Dada Rosada dalam pesan singkatnya semalam menyampaikan, bahwa Kota Bandung besok selasa (8/6) akan mendapatkan tiga penghargaan dari pemerintah pusat yaitu, penghargaan Jasa Darma Pustaloka, sebagai pembina perpustakaan terbaik tingkat nasional, penghargaan Adipura dengan kategori Best Effort serta penghargaan Adiwiyata Mandiri yang direbut oleh SMPN 7 Bandung, yang berhasil mewujudkan kebersihan di lingkungan sekolahnya.
Terkait penghargaan Adiwiyata Mandiri yang direbut oleh SMPN 7 Bandung dalam pesan singkat tersebut, walikota memforward SMS dari salah seorang pimpinan SMPN 7 Bandung yang berisi ucapan terimakasih kepada Walikota Bandung atas bimbingan dan binaan selama ini.ADMIN
Selengkapnya...
Miss Lebanon Kepincut Bandung

Senin, 7 Juni 2010 | 15:10 WIB
BANDUNG, TRIBUN-Miss Libanon Martine Andraos (20), mengaku sangat suka dengan udara Kota Bandung yang terasa sejuk . Martine kepincut Bandung karena udara di Libanon panas kerena dekat pantai dan tak memiliki gunung.
"Saya pilih Bandung karena ingin menikmati gunung Tangkuban Perahhu", ujarnya.
Martine sangat terkesan dengan kerajinan Jabar apalagi saat menerima cenderamata dari istri Gubernur Jabar Netty Heryawan berupa kalung batu alam, tas sulam, dan wayang kecil.
Miss Lebanon ini berjanji akan mempromosikan cindera mata Jabar di negaranya. Martine juga berharap hubungan Jabar dengan Libanon ada kelanjutannya. (Tsm)
Selengkapnya...
30 Mei 2010
Kreativitas Anak Muda Bandung Yang Membanggakan
Galamedia
Dapat Pinjaman Rp. 6,5 Juta
TIDAK banyak orang yang berani terjun di industri rekaman hanya karena alasan idealisme terhadap satu jenis aliran musik. Namun, segelintir anak muda Bandung ini boleh jadi adalah pengecualiannya. Bahkan usaha record-nya dapat eksis sampai sekarang dengan bendera FastForward (FFWD) Record.
Pendiri sekaligus pemiliknya adalah Achmad Marin Ramdhani, Didit Eka Aditya, dan Helvi Sjariffudin. Ketiga anak muda ini memang menjadi energi bagi perkembangan dunia musik indie, khususnya di Kota Bandung. Banyak harapan dari band-band indie untuk bernaung di FFWD, agar musik mereka dapat lebih dinikmati pasar dalam negeri maupun internasional.
Saat ditemui di kantornya, Jln. Dr. Setiabudhi Bandung, Marin mengungkapkan, berdirinya FFWD lebih banyak karena dorongan moral. Terlebih lagi Marin pun kala itu masih kuliah dan tanpa fasilitas yang mendukung.
Dikatakan, internet saat itu masih menggunakan Speedy. Bahkan modalnya pun pinjaman dari distributor. Kendati demikian, pada awal berdiri tahun 1999, FFWD hanya merilis sebanyak 1.500 keping untuk 3 artis.
"Terus terang, bisa dibilang modal nekat, karena pada awal berdiri, kami mendapat pinjaman dana Rp 6,5 juta dari distributor untuk 3 artis. Pada masa itu, belum ada keuntungan yang kami peroleh. Hingga 4 album dirilis pun belum dapat keuntungan," katanya.
FFWD mulai menunjukkan titik terang untuk berkembang lebih pesat saat bertemu dengan Mocca pada tahun 2000. "Hingga akhirnya, kami menemukan band Mocca dengan album pertamanya 'My Diary' dan mencetak 120 kaset dan 30.000 CD. Saat itu, kami mulai dikenal pasar dan pencitraan kami sebagai industri rekaman semakin bagus," ujarnya.
Marin menceritakan, pertemuan dengan Mocca kala itu lebih banyak menggunakan feeling. Ia mengaku tidak mengerti banyak soal musik, namun begitu mendengarkan contoh lagu dan musik Mocca, perasaan menjadi lain.
"Lagunya kok mudah diingat dan tanpa sadar saya terus menyanyikan lagu Mocca. Dan saat itu, oke kami akan menggarap albumnya. Ternyata setelah penggarapan album Mocca dan terjual banyak, kami benar-benar terpacu untuk terus berkibar sebagai industri record label," katanya.
Secara personal, katanya, ia tidak mengotak-kotakkan musik indie atau bukan. "Sebenarnya musik indie itu apa sih? Saya juga enggak ngerti musik indie itu apa? Karena yang mengotakkan musik indie atau bukan adalah media. Jadi, FastForward sebenarnya tidak mengotak-kotakkan jenis musik. Yang penting musik itu harus bagus maka dapat kesempatan untuk dirilis di sini," ungkap sarjana ekonomi pembangunan Unpas 1993 ini.
Pria kelahiran Bogor, 29 September 1975 ini mengungkapkan, musik yang bagus adalah yang pintar dan mampu menginspirasi banyak orang. Berani untuk memperdengarkan bunyi dan nada yang baru. Selain itu, suara dan performa musik yang ditampilkan sama persis dengan suara yang didengarkan di CD.
"Kami juga memiliki respek yang tinggi terhadap band yang mampu bergerak tanpa sebuah label. Berarti 'kan tanpa label pun mereka mempunyai semangat dan nanti kita akan melihat performnya seperti apa. Jika layak dan berkualitas maka kami akan menaungi band tersebut," ungkapnya. (cucu sumiati/ "GM")**
Selengkapnya...
09 Maret 2010
Facebookers Kecam Kejahatan Pemangkasan Pohon
PKD - Buntut pemangkasan pohon dimedian Jalan Soekarno Hatta yang diduga dilakukan oleh karyawan CV Sumber Sarana Promo (Biro Reklame) telah menyulut reaksi keras dari masyarakat, menurut sebuah laporan pemangkasan tersebut atas seijin pegawai pengelolaa jalan Wilayah III Jawa Barat.
Buntut kekecewaan tersebut bisa kita lihat dari pernyataan warga di berbagai media, mereka umumnya menyesalkan sekaligus meminta aparat hukum mengusut tuntas kasus yang telah melanggar Perda K3 tersebut.
Nada amarah juga disampaikan oleh facebookers akun grup ‘sejuta dukungan …eks palaguna jadi hutan kota’, disitus grup jejaring social ini hampir para komentator mengecam tindakan pemangkasan pohon dimedian Jalan Soekarno Hatta.
Salah satu Admin grup ini, Yus Okto menulis, “Nyeri hate liat yg ngegundulin pohon di By Pass...di depan mata pisan...Hatinya betul2 tertutup fulus reklame...Masya Allah...” tulisnya.
Bahkan Walikota Bandung H. Dada Rosada seperti dikutif oleh berbagai media mengungkakan kegeramannya, secara ekplisit Walikota meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut.
"Ini harus diusut oleh pihak berwajib , Sekarang penting mana, reklame atau pohon?. Cetusnya. ADMIN
Selengkapnya...
27 Februari 2010
Ragam Fungsi RTH
Penulis : Yuswari
PKD - Setidak-tidaknya Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki tiga fungsi yang satu sama lain mempunyai keterkaitan, diantaranya fungsi ekologis, estetika dan fungsi sosial. Fungsi ekologis, memosisikan RTH sebagai penyerap dari berbagai polusi yang diakibatkan oleh aktivistas penduduk, seperti meredam kebisingan maupun yang paling significant adalah menyerap kelebihan CO2, untuk kemudian dikembalikan menjadi oksigen (O2).
Selain menghasilkan oksigen, pohon juga berperan besar dalam menetralisir udara, dimana secara fisiologis tumbuhan memiliki kemampuan untuk mengakumulasi logam berat seperti Cu (Tembaga), Zn (Seng), Cd (Cadmium), Pb (Timbal/timah hitam), dan Mn (mangan), yang digunakan sebagai katalisator reaksi metabolisme dan berperan pada pembentukan organ tumbuhan.
Dalam fungsi ekologis ini pula, RTH menjadi tempat untuk melestarikan berbagai jenis tumbuhan dan hewan. Pelestarian ini, selain untuk mempertahankan jenis-jenis tumbuhan dan hewan dari kepunahan, juga untuk menyeimbangkan kehidupan itu sendiri, mengingat tumbuhan, hewan dan juga manusia mempunyai keterkaiatan satu sama lain untuk menjalankan hidupnya, dengan fungsinya masing-masing yang saling mendukung bila dijalankan dengan benar.
Fungsi yang kedua adalah fungsi estetis, dimana RTH bias berbentuk Hutan Kota atau Taman Kota dapat mempercantik estetika sebuah kota. Apalagi dengan mempertahankan keasliannya. Pada kenyataannya dewasa ini, banyak taman kota yang sudah direkayasa sedemikian rupa dengan alasan estetis. Seperti taman-taman yang ada di perempatan atau persimpangan jalan yang tidak begitu luas namun jumlahnya cukup banyak.
Fungsi estetis itu akan terlahir dengan sendirinya jika taman yang ada tetap mempertahankan keasliannya. Karena pada dasarnya keindahan tersebut akan hadir dengan sendiri, mengingat tanaman memiliki nilai seni yang tidak ternilai terhitung dari proses pertumbuhannya sampai daun-daunnya yang berguguran.
Fungsi yang terakhir adalah fungsi sosial, dimana taman kota menjadi tempat bagi berbagai macam aktivitas sosial seperti berolahraga, rekreasi, diskusi dan lain-lain. Fungsi ini pada dasarnya menjadi kebutuhan warga kota sendiri yang secara naluri membutuhkan ruang terbuka untuk bersosialisasi sekaligus menyerap energi alam. Idealnya RTH harus ada dalam Skala 100 meter dan secara rasio setiap 100 penduduk pada dasarnya membutuhkan RTH.
Kebutuhan ini harus dipenuhi dari tingat RT, RW, desa, kecamatan sampai kota dengan jenis berbeda secara fungsi sosial. RTH ditingkat RT atau RW misalnya, dapat menjadi tempat untuk bersantai warga. Lalu RTH ditingkat kelurahan atau kecamatan bisa menjadi tempat berolahraga dan RTH ditingkat kota bisa menjadi sarana rekreasi dan pusat sosialisasi warga kota. ADMIN
Selengkapnya...
26 Desember 2009
Refleksi Akhir tahun
BAG II
PKD - Dalam refleksi akhir tahun ini kami hanya semata ingin melakukan intropeksi diri karena bagi kami melakukan hal terbaik itu tidak semudah yang diucapkan. Bagaimana mungkin bisa memberikan faedah untuk pembenahan Kota Bandung yang demikian komplek permasalahannya, jika saja diri kita tidak ada keberanian untuk mengatakan “ayo bantu kami”.
Membangun Kota Bandung dengan ikhtiar pemikiran sama saja dengan memberikan pelita dalam kegelapan, tapi pelita ini masih samar karena kami membutuhkan pelita-pelita yang lain, untuk melihat yang jelas mana jalan yang harus ditempuh.
Banyak pelita berarti banyak pula pemikiran demikan pula akan semakin banyak orang yang tercerahkan dan kemudian tergerak untuk berjalan bekerjasama membangun Kota Bandung, itulah jalan yang sedang kita tempuh sekarang.
Terserah saudara akan berjalan menggunakan apa, karena ada tujuh program prioritas yang bisa kita pilih sebagai kendaraan, yang masing-masing ketujuh program ini pada akhirnya bermuara pada satu titik untuk kesejahteraan kita semua…..Bersambung. ADMIN
Selengkapnya...
25 Desember 2009
Refleksi Akhir Tahun
BAG I
PKD - Tak terasa kita sudah dipenghujung tahun 2009, sudah hampir delapan bulan pojok kang dada hadir di dunia maya, menemani warga, membangun presepsi untuk merancang masa depan kota tercinta.
Dipenghujung tahun ini, bagi kami tak ubahnya momentum hitung-hitungan dan introfeksi diri, untuk terus memberikan pelayanan informasi, meskipun disadari ada berbagai kelemahan dan kekurangan.
Pojok kang dada ditakdirkan hadir untuk memberikan kesempatan kepada semua kalangan masyarakat Kota Bandung untuk berbagi peran, menyambungkan silaturami sekaligus mengekpresikan segala produk kebijakan Pemerintah Kota, tanpa sekat usia, jenis kelamin profesi maupun pandangan politik.
Pojok kang dada berupaya memberikan suguhan tafsir kebijakan dalam presfektif semangat, obsesesi, serta harapan seorang kang dada, dalam mengayuh biduk pemerintahan menuju tanah harapan yang dijanjikan, yaitu kesejahteraan warga kota……bersambung. ADMIN
foto dok multiply kang dada
Selengkapnya...
18 Desember 2009
Perubahan Menuntut Pengorbanan dan Kedisiplinan
RENUNGAN
PKD - Dalam memaknai Tahun Baru Hijriyah 1431 H, kita sepakat untuk melakukan perubahan dari yang buruk ke yang baik. Refleksi perubahan ini bisa sangat fundamental dalam kehidupan manusia sebagai pribadi.
Dalam melakukan perubahan kearah yang baik tentu saja memerlukan proses, yang untuk sebagian orang bisa saja sangat singkat tapi untuk sebagian orang memerlukan waktu yang panjang.
Makanya perubahan tidak bisa dipaksakan baik proses maupun subtansinya karena perubahan kearah yang baik memerlukan sikap kedisiplinan dan pengorbanan.
Konsekwensi menjadi baik adalah sikap pengorbanan dan mendisiplinkan diri untuk tidak berbuat maksiat dan menyalahi aturan.Konsekwensi lainnya adalah kerelaan untuk ditindak secara hukum apabila menyalahi aturan dan perundang-undangan.
Dalam kontek kekinian di Kota Bandung, keinginan perubahan kearah yang baik telah menjadi agenda bersama. Pemerintah dan masyarakat sepakat bahwa agenda perubahan harus menjadi tolak ukur setiap kebijakan dan implementasinya.
Untuk menuju arah yang baik keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap kebijakan dan implementasinya menjadi penting dan sangat diperlukan, oleh karena itu perubahan kearah yang baik itu bukan saja milik pemerintah tetapi juga masyarakat harus bisa merasakan dampaknya.
Salah satu conto adalah keberadaan RTH di Kota Bandung yang masih belum ideal capaian 30%, seperti yang diamanatkan oleh UU, tetapi dari data perkembangan kondisi RTH Kota Bandung memang menunjukan arah perubahan yang baik, dari data tahun 2003 RTH Kota Bandung di bawah 3% tapi kini di tahun 2009 RTH mencapai 8% lebih.
Capaian RTH 8% di Kota Bandung tahun 2009 ini, bukan pekerjaan mudah seperti membalikan telapak tangan, perubahan kearah yang baik ini adalah buah dari pengorbanan dan kedisiplinan kita selama ini. ADMIN
Selengkapnya...
05 Desember 2009
Jangan Menyelesaikan Masalah Dengan Masalah
Renungan
PKD - Pengelolaan tata ruang di Kota Bandung mengalami tantangan yang cukup berat akibat masih lemahnya kesadaran masyarakat terhadap aspek penataan ruang kota. Lemahnya kesadaran masyarakat tersebut bisa memperlambat harapan capaian RTH ideal 30%, sebagaimana yang diamanatkan UU Tata Ruang No. 26 tahun 2007.
Salah satu fakta yang kini jadi sorotan adalah polemik pembangunan kolam renang dan JPO milik Kodam III Siliwangi yang tak berijin. Kasus ini adalah salah satu conto betapa lemahnya partisipasi warga terhadap program yang sedang dicanangkan Pemerintah Kota Bandung.
Pembangunan kolam renang milik Kodam memang tak memilki nilai signifikansi terhadap keseluruhan program Pemkot Bandung. Dari sisi luasan bangunan memang kecil, dan menjadi tidak berarti, tetapi dampak psikologis kasus ini sangat besar, mengingat yang melakukan pelanggaran pembangunan tersebut adalah bangunan milik Instansi Kodam III Siliwangi.
Kita patut menyayangkan kasus ini muncul kepermukaan disaat Kota Bandung sedang giat-giatnya merehabilitasi lahan-lahan yang sudah beralih fungsi, untuk kemudian dibebaskan dan dijadikan Ruang Terbuka Hijau, buktinya dari tahun ketahun grafik Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung mengalami trend peningkatan.
Untuk menyelesaikan polemik tersebut, rencananya Walikota H. Dada Rosada akan membawa ke forum segitiga yang melibatkan DPRD Kota Bandung,hal tersebut dilakukan sebagai sikap kehati-hatian Pemkot Bandung untuk mengurai persoalan yang sesungguhnya sehingga menjadi jelas dan dikemudian hari tidak menjadi preseden buruk.
Jika dikaji, sebenarnya kasusnya sangat sederhana yakni adanya pelanggaran pembangunan yang tak berijin dan pelanggaran tata ruang terkait dengan Ruang Terbuka Hijau, sehingga seharusnya dari awal Pemkot Bandung sudah bisa memutuskan untuk mengambil tindakan hukum.
Mengurai persoalan dalam kasus ini menjadi penting, mengingat kasus ini sudah menjadi polemik yang kurang baik ditengah masyarakat. Kepastian hukum sangat dibutuhkan bahkan kita mendorong agar penyelesaian kasus ini tetap dengan pendekatan penegakan aturan bukan dengan kompromi. Jangan sampai menyelesaikan masalah dengan masalah. ADMIN
Selengkapnya...
09 Oktober 2009
Quot and Quot
“Dari sisi pendidikan dan pengetahuan mereka (Anggota DPRD Kota Bandung terpilih-pen) tidak diragukan, tapi dari sisi kinerja dan moral, perlu dibuktikan dan saya masih meragukan” Ade Koesjanto*
PKD - Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 sebentar lagi akan dilantik. Secara teknis hanya tinggal menunggu waktu saja, karena secara resmi surat permintaan pelantikan kepada Gubernur Jawa Barat sudah disampaikan. Dilihat dari agenda pasca pelantikan, pembahasan APBD Perubahan Kota Bandung merupakan salah satu daftar perioritas untuk segera di bahas dan diselesaikan.
Pembahasan APBD perubahan ini merupakan agenda yang sangat penting mengingat dalam APBD perubahan ini ada hak-hak public yang harus dibahas, menyangkut pembiayaan program-program pemerintah yang menyentuh kepentingan masyarakat, tentu saja anggota dewan harus secepatnya bergerak, meskipun kita tahu mereka sampai saat ini belum juga resmi dilantik.
Masih kuat dalam ingatan kita, bebarapa minggu yang lalu pansus tatib berangkat ke Surabaya dan bali dalam rangka studi banding, tentu saja berita ini membuat banyak kalangan merasa heran, apa yang melatar belakangi mereka pergi studi banding, padahal kita tahu bahwa persoalan Kota Surabaya dan Bali sama dengan Kota Bandung.
Terlepas dari plus minus anggota dewan terpilih tersebut, kita masih menggantungkan harapan mengingat mereka yang terpilih menjadi anggota DPRD kali ini merupakan produk baru dari sistim pemilihan dengan suara terbanyak murni, artinya pada tingkat keterwakilan mereka adalah orang yang terbaik yang dipilih oleh masyarakat dengan dengan suara terbanyak.
Menurut Politisi Senior Kota Bandung, Ade Koesjanto, sistim pemilu 2009 yang lalu pada tingkat tertentu merupakan pilihan terbaik masyarakat meskipun dari sisi keterwakilan belum tentu yang terbaik.
Lebih lanjut Ade mensinyalir, pola fikir dan orientasi mereka selama di dewan kedepan, bisa dilihat dari rekam jejak-nya selama berkampanye. Sudah jadi rahasia umum jika mereka selama berkampanye menggunakan uang yang tak sedikit, bahkan ada yang sampai mengeluarkan milyaran rupiah.
Dengan pengeluaran uang sebanyak itu dari mana mereka bisa mengganti, padahal kita tahu penghasilan mereka dari gaji dan tunjangan dipastikan tak akan bisa menutup pembiayaan mereka selama kampanye.ALL
*Ade Koesjanto adalah salah satu politisi senior Kota Bandung. Sosoknya tak bisa dilupakan publik Bandung, dia adalah mantan anggota DPRD Kota Bandung empat periode di empat kepemimpinan walikota, dari kepemimpinan Ateng wahyudi, Wahyu Hamijaya, Aa Tarmana dan Dada Rosada.
Selengkapnya...
06 Oktober 2009
Belajar Tatib Sebaiknya ke KBB
PKD - Berita keberangkatan Pansus Tatib DPRD Kota Bandung ke Bali dan Surabaya dalam rangka studi banding Tatib bagaimanapun menyisakan tanya. Ada apa gerangan mereka melakukan studi banding menempuh jarak yang jauh dan mengeluarkan ongkos yang besar, jika persoalan yang dihadapi Kota Bali maupun Surabaya adalah sama, yaitu terkait dengan belum adanya aturan susduk yang bisa memayungi mereka untuk dilantik?.
Seharusnya mereka malu dengan kabupaten tetangganya seperti KBB dan Cimahi yang sudah duluan mendefinitifkan pimpinan dewan dan alat kelengkapan lainnya tanpa harus melakukan studi banding keluar.
Dari sisi jam terbang mungkin kita tahu bahwa KBB merupakan Kabupaten yang baru saja dimekarkan, itu berarti pengalaman mereka dalam berkegiatan di DPRD tidak selama dan seberpengalaman DPRD Kota Bandung. Tapi pada kenyataanya KBB sudah duluan melantik dan menetapkan pimpinannya DPRD mereka.
Kita menyarankan agar Pansus Tatib DPRD Kota Bandung belajar tatib-nya ke KBB saja, agar tak memerlukan ongkos yang besar toh persoalannya sama.
Menurut mantan anggota DPRD Kota Bandung Periode 2004 – 2009, Ade Koesjanto ”Anggota DPRD Kota Bandung bakal tercatat dalam sejarah sebagai Anggota DPRD pertama yang melakukan studi banding”, dalam SMS selorohnya kepada Tim PKD.
Tentu saja kritik terhadap studi banding kepada Pansus Tatib DPRD Kota Bandung bukan karena studi banding itu sendiri, karena bagaimanapun studi banding merupakan salah satu instrument penting bagi DPRD, tapi seyogyanya mereka harus memiliki skala prioritas yang jelas dalam melakukan studi banding.
Jangan sampai terkesan oleh publik bahwa semua hal, bisa dilakukan dengan studi banding, dengan alasan kepentingan yang mengada-ada, sementara prioritas untuk kepentingan masyarakat tergagnggu, contohnya masyalah pembahasan APBD perubahan Kota Bandung sampai hari ini belum juga dibahas, ini jelas-jelas sangat mengganggu.
ADMIN
Selengkapnya...


