PKD - Kadispenda Kota BandungYossi Irianto Sabtu (29/1), mengatakan pendapatan dari 7 jenis pajak andalan penghasil PAD tahun 2010 melebihi target, yakni sebesar Rp 301,6 miliar dari Rp 291,8 miliar yang semula ditargetkan.
Ketujuh jenis pajak andalan tersebut meliputi hotel, restoran, tempat hiburan, reklame, PJU, parkir, dan pajak sewa rumah/kos.
Yosi mengungkapkan, dari ketujuh jenis pajak tersebut, pajak penerangan jalan umum (PJU) berada di posisi teratas sebagai penyumbang PAD terbesar dengan nilai sebesar Rp 96,9 miliar.
Disusul pada posisi kedua, adalah pajak hotel Rp 87,9 miliar. Kedua jenis pajak ini merupakan penyumbang terbesar PAD, dari tujuh jenis pajak asli daerah Kota Bandung, dan mengalahkan pajak reklame.
Selama ini pajak reklame merupakan penyumbang terbesar PAD, namun karena proses izin reklame tahun 2010 di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu belum keluar, maka pajak reklame jadi terhambat. "Pajak reklame tak tercapai karena terhambat lelang,” ungkap Yossi.
Terkait pajak parkir yang tidak mencapai target Yossi mengungkapkan, capaian Rp 5,8 miliar dari Rp 6,5 miliar, itu dikarenakan adanya pembayaran melalui giro dari beberapa wajib pajak yang jatuh temponya di bulan Januari. Akibatnya tidak masuk pembukuan pendapatan pajak di tahun 2010.
Yossi menyebutkan "Untuk tahun 2011 target PAD dari 7 objek (pajak) sebesar Rp 310,8 miliar." ADMIN
Selengkapnya...
30 Januari 2011
PAD dari 7 Pajak Andalan 2010 Melampaui Target
20 Mei 2010
Walikota : Saya Tak Segan-Segan Berhentikan Pejabat, Bila terbukti Menyalahgunakan Bantuan
PKD - Gencarnya program penanggulangan kemiskinan di Kota Bandung yang digulirkan lewat Program Bawaku Pangan atau bantuan walikota khusus pangan,telah banyak membantu warga dalam mendapatkan hak-haknya dibidang ketahanan pangan.Program bawaku pangan ini digulirkan pemerintah kota untuk menjamin kebutuhan warga yang kurang mampu, sehingga pada gilirannya mereka terbantu dalam mengakses harga beras yang murah dan sebagai jaminan ketersediaan pangan yang berkualitas bagi warga miskin.
Demikian butir-butir pernyataan Walikota Bandung H. Dada Rosada dalam acara peluncuran Program Bawaku Pangan 2010, di aula pendopo Kota Bandung, kamis, (20/5). Acara tersebut dihadiri forum musyawarah pimpinan daerah, Ketua DPRD Erwan Setiawan, Wakil Walikota Ayi Vivananda, Sekdakot Edi Syswadi, Kepala SKPD , aparat kelurahan serta para relawan social tingkat kelurahan.
Dalam acara tersebut walikota meminta perhatian kepada para pejabat yang terlibat dalam penyaluran bantuan aga tidak menyalahgunakan, seperti mengurangi takaran atau memotong dana bantuan.
“Tak boleh ada penyalahgunaan dalam program bawaku pangan”, tegas walikota
Menurutnya, dia tidak akan segan-segan memberhentikan para pejabat/lurah yang mengelola bawaku pangan, bila terbukti menyalahgunakan, untuk itu lanjut walikota, diharapkan warga proaktif mengawasi penyaluran bantuan bawaku pangan tersebut. ADMIN
08 April 2010
Persyaratan Pengajuan Dana Bansos Diperketat
PKD - Tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan warga yang didanai bantuan social (bansos) atau hibah dari pemerintah Kota Bandung mengemuka akhir-akhir ini. Selama ini disinyalir banyak dana bantuan dari pemerintah Kota Bandung yang telah disalurkan kepada warga tetapi dalam kenyataanya tidak pernah ada laporan kegiatanya.
Di tahun 2009 saja pemkot kebanjiran sekitar 3.000 proposal permintaan bantuan dari warga, dan hanya 60 persen yang bisa dibantu, sisanya 40 persen pemkot belum bisa memberikan bantuan, karena berbagai hal seperti program yang tidak selaras, tidak lengkap secara administrasi serta karena kehabisan dana.
Untuk mengantisipasi permintaan bansos dan hibah dalam tahun anggaran 2010, Pemkot Bandung akan memperketat seleksi dan persyaratan permohonan bantuan social dari masyarakat, guna mencegah adanya penyalahgunaan dana bantuan alias pengajuan proposal fiktif.
Kedepan semua warga yang menerima dana bantuan dari pemerintah kota, baik bansos maupun hibah harus ada pertanggungjawabannya, harus ada laporan kegiatan yang telah dilaksanakan jika tidak maka akan dicatat dan bisa saja di-blacklist.
Menurut Sekdakot Edi Siswadi seperti dikutif harian Galamedia Rabu, (07/04), Pemkot Bandung ingin ada sebuah akuntabilitas serta seleksi yang lebih tepat. Seleksi mengenai mana yang lebih layak menerima bantuan dari sisi urgensi, program, dan persyaratan administratif, hingga usulan besaran.
"Bahkan bila perlu, lakukan paparan program sehingga bisa meyakinkan dan benar adanya. Untuk infrastruktur seperti pembangunan masjid atau jalan, harus ada fotonya dan hasil laporan etelah proses pengerjaan dilakukan,"tuturnya, ADMIN
Selengkapnya...
10 Juli 2009
BERHARAP DARI MULTI PLAYER EFFECT PEMBANGUNAN KAWASAN PRIMER GEDEBAGE
Masyarakat Mempertanyakan Realisasi Pembangunan Kawasan Gedebage
PKD – Adalah Dadang (46) salah seorang penduduk Jalan Margahayu, Kota Bandung. Kehidupannya sangat kurang dari cukup. Sebagai pedagang baso tahu,dia berusaha menafkahi keluarganya yang berjumlah lima orang.
Meskipun demikian, Dadang tetap berusaha agar anak-anaknya tetap bersekolah meskipun tidak sampai ke perguruan tinggi.
Dadang menuturkan, salah satu anaknya, maman kini sudah beranjak dewasa. Sudah satu tahun dia mengannggur, Selepas tamat dari SLTA setahun yang lalu, Maman memutuskan untuk tidak meneruskan kebangku kuliah. Dengan kondisi keluarga yang serba kekuarangan, maman bertekad untuk mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya
“Saya berharap anak saya secepatnya mendapatkan pekerjaan, agar bisa membantu keluarga, terutama adik-adiknya yang masih memerlukan biaya pendidikan,” cetus Dadang, ketika ditemui tim liputan ditempat mangkalnya di jalan terusan cipadung.
Dadang masih ingat, dulu pemerintah Kota Bandung berencana membangun Kawasan Primer Gedebage, dan dia berharap kelak anaknya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak disana, tapi sampai sekarang pembangunan yang di harapkannya belum juga direalisasikan.
Dadang berharap pemerintah Kota Bandung segera mewujudkan pembangunan di Kawasan tersebut, karena menurutnya, hal tersebut bisa memberikan peluang bagi warga bandung timur khususnya, dan Kota Bandung umumnya, untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
Dadang adalah salah satu potret dari sekian banyak orang tua (masyarakat) di Kota Bandung yang berharap anaknya mendapat pekerjaan yang layak. Realisasi pembangunan Kawasan Primer Gedebage, diharapakan bisa memberikan manfaat langsung berupa multi player effect dari pembangunan, selain terciptanya lapangan kerja baru di sektor formal juga mendorong lapangan kerja di sektor informal.
DIPERLUKAN SINERGITAS
Persoalan lambatnya pembangunan di kawasan bandung timur, tidak bisa hanya diselesaikan secara sektoral, atau sendiri - sendiri karena justru berbagai masalah dan hambatan investasi saat ini banyak berakar pada kurang kuatnya komitmen dan sinergitas di antara para stakeholders baik di sektor pemerintah maupun di sektor swasta sebagai pelaku utama investasi.
Pemerintah satu sisi belum secara kongkrit memfokuskan kebijakannya kesana, karena banyak sekali prioritas pembangunan yang dihadapi. Sampai sekarang, terbukti dengan masih minimnya penyediaan infrastruktur jalan dan fasilitas penunjang lainnya. Di sisi lain para investor cenderung wait and see / menunggu sikap pemerintah dalam penyediaan layanan infrastruktur dan dibukanya keran regulasi yang menguntungkan mereka.
Sebenarnya rencana pembangunan kawasan bandung timur merupakan salah satu kekuatan yang memberi nilai tambah tersendiri bagi kegiatan investasi di Kota Bandung. Namun belum maksimalnya kinerja yang dihasilkan semenjak direncanakan hingga sekarang membuat penataan kawasan bandung timur semakin jauh dari harapan.
Karena itu diperlukan berbagai penataan dan pembenahan dalam upaya meningkatkan daya tarik kawasan tersebut. ADMIN
Selengkapnya...
PERCEPATAN PEMBANGUNAN DI BANDUNG TIMUR
PKD - Rencana pembangunan bandung timur yang diberi nama Kawasan Primer Gedebage oleh pemerintah Kota Bandung sudah lama kita dengar. Dalam site plan yang pernah di ekpose Pemeriantah Kota Bandung, Kawasan Primer Gedebage dengan luas sekitar 600 hektar merupakan kawasan yang sangat integratif.
Dalam Kawasan Primer Gedebage tersebut akan dibangun, hotel, rumahsakit, sekolah, pusat bisnis, lapangan sepakbola, terminal terpadu sampai PLTSA.
Dari sekian rencana yang akan dibangun hanya stadion sepakbola saja yang sudah mulai pentahapan pembebasan lahan.
Rencana tersebut diharapkan bisa memberikan kotribusi nyata dalam menjawab persoalan terkait dengan penyebaran pembangunan yang kurang seimbang di Kota Bandung. Selain itu, bisa menyerap ribuan tenaga pekerjaan baru disektor jasa bagi masyarakat Kota Bandung.
Tapi sampai kini rencana itu tidak lagi terdengar nyaring. Bahkan realisasi pembangunan terkesan masih terkendala. Minimnya investor yang berminat menanamkan modal adalah penyebab utama lambatnya realisasi pembangunan.
Kontribusi sektor swasta dalam investasi memang masih belum sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu diperlukan upaya serius dari pemerintah Kota Bandung untuk mempercepat realisasi pembangunan di timur kota bandung tersebut dengan cara memberikan kemudahan kepada investor agar mau menanamkan modalnya.
Meskipun demikian potensi bandung timur dengan kondisi eksisting yang masih perawan tetap menggiurkan. Sebagai regulator dan fasilitator pemerintah harus terus mengupayakan solusi untuk mendorong percepatan pembangunan dengan menggaet investor untuk segera menanamkan modalnya. ALL
Selengkapnya...
11 Juni 2009
Program Pramuka untuk Napi Lapas Banceuy
Rabu, 10/06/2009
Avitia Nurmatari - detikBandung
Bandung - Untuk memberikan kegiatan positif kepada narapidana, Lapas Banceuy kini kembali memiliki program pembinaan Pramuka. Penghuni Lapas Kelas II A banceuy yang berusia 20-25 tahun akan tergabung dalam kelompok Pramuka Gudep (Gugus Depan) Khusus 17019 yang baru saja dikukuhkan oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada di Lapas Banceuy, Rabu (10/6/2009).
Menurut Kepala Sub Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Banceuy Dendi Ruspendi, kegiatan Pramuka ini merupakan salah satu kegiatan pembinaan yang ada di Lapas Banceuy yang dikhususkan untuk usia muda. Dari data yang diperoleh, terdapat sebanyak 40 orang penghuni lapas muda yang mengikuti kegiatan Pramuka di lapas Banceuy.
"Jadi Lapas ini kan punya banyak program pembinaan, nah Pramuka ini salah satu program pembinaan khusus untuk usia muda," kata Dendi saat ditemui di lapangan Lapas Banceuy di Jalan Sukarno Hatta, Rabu (10/06/2009).
Ditambahkannya, setiap hari selasa disetiap minggu selama tiga jam, 40 napi muda yang dibagi menjadi empat sangga ini mengikuti latihan yang dibimbing langsung oleh pembina dari Lapas dan pembina gerakan Pramuka dari Kwartir Bojong Loa Kidul dan Kwarcab Kota Bandung. "Latihannya sesuai dengan program pramuka biasa, seperti baris-berbaris, pasang tenda, sandi morse, pokoknya sama dengan pramuka di luaran lah," ujar Dendi.
Dendi menjelaskan program ini sebetulnya sudah ada di Lapas Banceuy sejak tahun 1990, namun sempat vakum. "Ini sebenarnya bukan program baru, dulu sudah pernah ada tapi vakum. Dan sekarang saya siap maju untuk menjalankan program ini," tuturnya.
Selengkapnya...
07 Juni 2009
LANGKAH PENANGGULANGAN KEMACETAN LALULINTAS DI KOTA BANDUNG
BANDUNG, 6 Juni 2009.
Menurut informasi, Kota Bandung baru mampu memenuhi kebutuhan infrastruktur jalan sekitar 10 persen, dari kebutuhan idealnya sekitar 30 persen. Faktanya pertumbuhan jumlah kendaran tiap tahun mengalami trend peningkatan, sementara pertumbuhan jalan relatif stagnan. Hal tersebut membuat kemacetan lalulintas di Kota Bandung tidak bisa dihindari.
Dengan kondisi eksisting perkotaan yang sudah tertata sedemikian rupa penyelesaian atau jalan keluar dengan membuat jalan baru atau memperlebar jalan yang sudah ada tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Disamping persoalan pendanaan yang bisa menguras APBD, juga faktor gejolak sosial tidak bisa dianggap enteng akibat ekees pembebasan tanah..
Membangun atau memperlebar jalan secara pragmatis kelihatannya bisa menyelesaikan kemacetan lalulintas secara cepat, tetapi mengingat besarnya anggaran yang harus dikeluarkan ditambah konflik akibat pembebasan tanah penduduk, bisa menjadi persoalan tersendiri. Sehingga alih-alih mau menyelesaikan kemacetan lalulintas, malah kita dihadapkan dengan persoalan baru yang tambah rumit.
Pendekatan lain dengan cara mengerem pertumbuhan kendaran melalui aturan pembatasan usia kendaraan bisa saja dilakukan dan konsekwensinya pemerintah harus menyediakan moda transportasi yang murah dan efisien bagi masyarakat. Jika konsekwensi ini tidak terpenuhi jangan harap persoalan transportasi bisa diselesaikan.
Bagi masyarakat, yang menjadi mainstream persoalan trasnportasi di Kota Bandung adalah kemacetan. Tak bisa dihindari, faktor tersebut menjadi salah satu penyebab utama keluhan terbesar warga kota. Dalam kurun 5 tahun terakhir kemacetan sudah menjadi hal yang biasa kita temui di Kota Bandung. Para pengambil kebijakan seolah angkat tangan dalam menangani persoalan kemacetan tersebut, terbukti sampai hari ini usaha maksimal dalam menanggulangi kemacetan lalulintas cenderung tidak pernah tuntas-tuntas.
JANGAN SALING TUDING
Daripada mengutuk kegelapan lebih baik segera menyalakan lilin. Pepatah ini tepat, sekaligus menasehati kita agar secara konsisten menyelesaikan persoalan kemacetan laulintas tanpa harus menuding-nuding siapa yang salah. Kita harus berani menyepakati bahwa semua persoalan sesungguhnya jawabannya ada pada diri kita sendiri.
Dalam penyelesaian persoalan kemacetan lalulintas kita harus menggunakan cara ‘step by step’, langkah demi langkah dalam menyelesaikannya. Kita harus memiliki daftar prioritas mana persoalan yang paling mudah untuk didahulukan, jika tidak demikian kita khawatir bahwa kemacetan lalulintas hanya menjadi persoalan yang tidak akan pernah selesai.
MULAILAH DARI YANG MUDAH
Langkah awal adalah dengan membenahi aturan main/tata tertib dalam berkendaraan dan secara parallel dengan penenerapan ‘low inforcment’ yang konsisten, artinya etika berkendaraan harus menjadi kata kunci dalam menyelesaikan persoalan secara holistic yang ditunjang dengan penegakan hukum yang tegas.
Masih rendahnya perilaku/budaya berkendaraan yang baik, disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab kemacetan. Seperti tidak mengindahkan rambu-rambu lalulintas, parkir yang tidak pada tempatnya harus ditindak. Masyarakat pengguna jalan harus membiasakan diri mentaati aturan lalulintas, jika mau menanggulangi kemacetan.
Sopir angkot yang seenaknya menaikan dan menurunkan penumpang, perlu juga di perhatikan untuk diberi sangsi. Selanjutnya penyelesaian meningkat kepada pengaturan penggunaan jalan. Secara konsisten pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan harus memantau sejaumana efektifitas dari keberadaan rambu-rambu dan penggunaan jalan terkait dengan mengurai persoalan kemacetan. Karena persoalan kemacetan bisa jadi diakibatkan oleh ‘mismanagemen’ penggunaan jalan dan ketidakberadaan rambu-rambu lalulintas yang memadai.
Secara tersendiri moda trasporatasi yang ada perlu di benahi keberadanya, mengingat salah satu penyumbang kemacetan lalulintas di Kota Bandung adalah terletak pada kesalahan managemen terutama dalam pengaturan trayek angkutan kota dan tidak konsiten dalam hal jumlah angkot dalam satu trayek.
Saatnya penambahan trayek dan kebutuhan kendaraan angkutan kota harus berdasarkan kajian yang mendalam, sehingga rasionalisasi jumlah kendaraan sebanding dengan jumlah calon penumpang.
Penambahan jumlah angkutan tanpa melihat kebutuhan masyarakat mengakibatkan para sopir berlomba-lomba mencari muatan karena dikejar setoran. Bahayanya hal tersebut dilakukan tanpa memperdulikan rambu-rambu lalulintas yang pada akhirnya membahayakan penumpang dan pengguna jalan lain.
KEBIJAKAN TATA RUANG
Tak kalah penting adalah kosistensi pemerintah kota terkait dengan aturan tata ruang. Seperti, beralih fungsi kawasan hunian menjadi kawasan bisnis, perlu diawasi secara ketat, karena dalam banyak kasus beralih fungsi sebuah kawasan yang kondisi eksisting sudah terbangun tanpa perencanaan yang matang bisa menjadi penyebab kemacetan
Pemerintah kota juga dalam perencaan tata ruang harus mengacu kepada kebutuhan infrastruktur jalan untuk jangka waktu yang lama dan disesuaikan dengan perencanaan pertumbuhan penduduk di suatu kawasan tersebut.
Jika langkah langkah tersebut bisa diterapkan secara konsisten, saya kira persoalan kemacetan lalulintas di Kota Bandung bisa diatasi sedikit-demi sedikit. Mulailah dengan hal yang mudah, karena bila memulai dari persoalan yang sulit pasti persoalan akan lama terjawab.
Dengan memulai menyelesaikan persolan yang mudah berarti kita sudah melangkah untuk menjawab persoalan yang sulit. Begitupun menyelesaikan kemacetan lalulintas di Kota Bandung. Bijaklah! memulai mambenahi dari yang mudah dulu. (Aep Alamsyah)
Selengkapnya...
04 Juni 2009
Bidang Kemakmuran
Harapan hingga 2008 warga kota Bandung dapat hidup makmur berkecukupan.
Tidak kalah pentinganya adalah bidang kemakmuran. Pemkot Bandung telah mencanangkan priogram priritas Bidang kemakmuran ini hingga 2008.
Alhamdullilah sedikit demi sedikit tingkat kesejahteraan warga Kota bandung menunjuk grafik meningkat,Peningkatan ini dicapai dengan memanfaatkan potensi sebagai kota jasa yang bermartabat ( Bersih, sehat dan Bersahabat) sehingga mampu memberi meningkatkan kemakmuran bagi warganya. Caranya dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya mengembangkan perekonomian kota yang berbasisikan potensi daerah melalui program-program pengembangan yang mencangkup; program pembinaan dan pengembangan usaha industri, uasha perdagangan, koperasi, usaha kecil, peningkatan investasi kota, pengembangan pemasaran pariwisata, pengembangan produk kepariwisataan, dan program pengembangan agrobisnis.
Dari pemahaman tersebut diatas maka Pemkot Bandung menetapkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) sebesar 11% pada Tahun 2008 Alhamdullilah angka ini telah tercapai, bahkan Pemkot Bandung pun telah mendapat berbagai penghargaan sebagai tanda bahwa kemakmuran bagi warga kotanya telah meningkat dari tahun ketahun
Selengkapnya...


